Disperindag Kukar Gelar Rapat Kajian Neraca Perdagangan dan Identifikasi Potensi Ekspor 2024
(Rapat Disperindag Kukar bersama Bea Cukai Samarinda, Akademisi serta Diskop Kaltim/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat paparan awal terkait kajian
neraca perdagangan dan identifikasi potensi ekspor di wilayah (Kukar)tahun
2024.
Rapat tersebut digelar
pada Rabu (16/10/2024) di gedung lantai 2 Disperindag Kukar. Dihadiri oleh Bea
Cukai Samarinda, Diskop Kaltim, Akademisi Unikarta serta tamu undangan lainnya.
Rapat dipimpin langsung oleh Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fhatullah.
Sayid mengungkapkan
kegiatan rapat tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk
memastikan data ekspor yang disajikan selalu terupdate.
Sehingga dengan data yang
selalu update, hal tersebut dapat digunakan oleh pemerintah maupun pihak-pihak
lain untuk berbagai keperluan, seperti kajian akademis, penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta perencanaan strategi ke
depan.
“Data dari neraca
perdagangan menjadi sumber penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah,
termasuk dalam menetapkan strategi pembangunan di sektor industri dan
perdagangan.” Ungkap Sayid kepada Poskotakaltimnews seusai rapat.
Lebih lanjut diakui Sayid,
salah satu tantangan yang dihadapi adalah dominasi sektor migas dalam ekspor
Kutai Kartanegara. Sektor migas sendiri meliputi seperti batu bara, minyak,
gas, dan kelapa sawit.
Sementara itu, sektor
non-migas yang berbasis pada usaha masyarakat seperti UMKM dan IKM masih
menunjukkan pertumbuhan yang stagnan, dengan kontribusi yang belum signifikan
terhadap total ekspor daerah.
"Saat ini, lebih dari
80% neraca ekspor kita masih didominasi sektor migas, sementara sektor
non-migas seperti UMKM dan IKM belum mampu bersaing secara signifikan,"
terangnya.
“Strategi peningkatan daya
saing dan kapasitas produksi sektor ini akan terus dibahas dalam rangka
mendorong diversifikasi ekspor di tahun-tahun mendatang.” tambahnya.
Dalam rapat ini,
Disperindag Kukar juga menegaskan pentingnya meningkatkan kontribusi sektor
non-migas, khususnya UMKM, IKM, dan UKM, agar dapat berperan lebih besar dalam
perekonomian daerah. (adv/tan)